Leaf Dance
Daun yang terbang menari bersama semilir angin. Berdansa berputar ke kiri, naik dan turun, kesana kemari. Sungguh menyenangkan pemandangan itu, meski terbangnya tidak terlalu tinggi.
Tentu saja tidak terlalu tinggi. Ia bukan elang yang ketika melayang di udara mampu melihat hulu dan hilir sungai di saat yang bersamaan.
Tentu saja ia tidak melihat pemandangan apapun.
Yang ia lihat adalah sesuatu yang lain. Dansa yang ia dan angin lantuni menghasilkan dunia sendiri bagi dirinya. Dunia yang tercipta dari semburat warna yang bercampur di retinanya karena ia bergerak begitu cepatnya.
Selalu seperti itu. Menari seperti itu. Berputar seperti itu. Selalu dunia yang berbeda karena ia membiarkan dirinya tertiup angin…dan terjatuh karenanya.
Lain kali, ia ingin membusuk saja di tanah yang lembab. Kemudian menjadikan dirinya berguna bagi alam, menjadi pupuk hijau yang menyuburkan tumbuhnya biji-bijian menjadi pepohonan.
Tapi apa ia memiliki kendali atas angin?
Life | Comment (0)Love
Semua serba berlebihan.
Ketika kalian senang, kalian merasa bahwa pada saat itu juga kalian mampu untuk terbang ke surga.
Ketika kalian sedih, kalian merasa sudah tenggelam hingga dasar palung laut terdalam.
Apakah itu yang kalian sebut cinta?
Love | Comments (5)Meraih
Kujalani dan kudaki jalan dan tebing curam terjal
Mencapai puncak penghargaan yang bisa teraih
Di atas sana aku bertanya,
"Hendak apa aku di atas sini?" "
Untuk apa aku di atas sini?"
Dan pertanyaanku tergema, tak ada jawaban…
Hanya pertanyaan…
Life | Comment (1)