Flower, anyone?
Bukan sesuatu yang luar biasa. Hanya saja.. lelaki itu baru saja mengecup keningnya! Hanya itu yang diperlukan untuk membuat seorang gadis kecil berkucir dua berjalan setengah berlari dengan riangnya. Walau jalanan gersang berpasir dan batu yang ia lewati, ia rasakan warna dan wangi bunga berada disana, di dalam hatinya.
Berulang dan berulang ia mengingat kembali kejadian beberapa jam yang lalu itu. Berulang dan berulang ia kembali lagi ke sana, ketika keningnya merasakan basah dari bibir asing milik lelaki itu. Berulang dan berulang jantungnya berdebar kencang, seolah-olah mereka masih berdiri berdua, di bangku taman belakang sekolahan.
Gadis berkuncir beranjak dewasa. Ia tumbuh menjadi wanita. Betapa inginnya ia menaburi lagi bunga ke dalam hatinya. Merata, mewangi, mewarna… Tapi sekarang ia tahu, ia hanya menginginkan bunga segar saja. Dan sekarang ia juga tahu, hanya lelaki yang tertentu saja yang memiliki bunga semerbak dengan warna semarak. Ia tahu banyak sekarang. Hanya saja… ia tidak merasakan banyak. Hatinya sudah tertutupi oleh bunga layu yang dibiarkan disana bertahun-tahun lamanya…
Love |2 Responses to “Flower, anyone?”
Leave a Reply
tapi susah juga Ga, klo bunga yang kurang semerbak menurut si gadis itu sebenernya uda yang paling semerbak menurut sang lelaki lainnya…
karena tiap orang punya jenis bunga favoritnya sendiri mungkin? hehe…sok tau aja si
Yah makanya, kalo bunga yang semerbak menurut si gadis itu ternyata adalah sama dengan bunga yang semerbak menurut si lelaki, berarti mereka jodoh =P