Busy mind with love

January 19th, 2008

Kenapa sih yang namanya jodoh itu gak langsung aja dikasih tau sesegera mungkin? Gw udah bingung ama yang namanya harus ketemu seseorang, jatuh hati, dan pada akhirnya hanya menemukan bahwa gw bukanlah yang terbaik untuk dia (atau sebaliknya), dan terus putus. Mending kalo putusnya baek2, kalo marahan dan jadi musuh? Mungkin gw juga yang bego karena gw sering punya pemikiran prematur tentang seseorang. Atau mungkin juga karena gw yang terlalu perfeksionis tentang menilai seseorang.

Look… I’m 23 now! This is an age when I though I’m gonna be married with a man of my dream. Tapi sekarang ternyata gw bahkan belom punya gambaran, "man of my dream" itu yang seperti apa..?

Pagi ini, diskusi panjang yang berlangsung antara gw, mama papa, dan adek gw, tesa (meski hanya sebagai pendengar) rasanya membuahkan banyak pikiran baru. Kita diskusi apa? Biasa, soal jodoh. Karena jodoh adalah topik hangat dan panas untuk cewek berumur 20-an. Katanya :

"Olga, yang penting dalam memilih cowok itu adalah orangnya seagama, baik, dan mapan"

Mapan disini bukan berarti si cowok ini udah punya rumah dan deposito, dan gw sebagai wanita tinggal masuk dalam hidup yang enak. Ternyata maksud mapan ini adalah, si cowok udah memiliki inner skill untuk menghadapi hidup. You know, pendidikan yang baik, moral yang baik, kepribadian yang baik.

Yah itu sih kriterianya bonyok (which is sangat beralasan dan sangat masuk akal. Now I need to set my own criteria… Any suggestion?