Flower, anyone?

July 15th, 2007

Bukan sesuatu yang luar biasa. Hanya saja.. lelaki itu baru saja mengecup keningnya! Hanya itu yang diperlukan untuk membuat seorang gadis kecil berkucir dua berjalan setengah berlari dengan riangnya. Walau jalanan gersang berpasir dan batu yang ia lewati, ia rasakan warna dan wangi bunga berada disana, di dalam hatinya.

Berulang dan berulang ia mengingat kembali kejadian beberapa jam yang lalu itu. Berulang dan berulang ia kembali lagi ke sana, ketika keningnya merasakan basah dari bibir asing milik lelaki itu. Berulang dan berulang jantungnya berdebar kencang, seolah-olah mereka masih berdiri berdua, di bangku taman belakang sekolahan.

Gadis berkuncir beranjak dewasa. Ia tumbuh menjadi wanita. Betapa inginnya ia menaburi lagi bunga ke dalam hatinya. Merata, mewangi, mewarna… Tapi sekarang ia tahu, ia hanya menginginkan bunga segar saja. Dan sekarang ia juga tahu, hanya lelaki yang tertentu saja yang memiliki bunga semerbak dengan warna semarak. Ia tahu banyak sekarang. Hanya saja… ia tidak merasakan banyak. Hatinya sudah tertutupi oleh bunga layu yang dibiarkan disana bertahun-tahun lamanya…

Faithful

June 7th, 2007

Mentari mengucapkan salam perpisahan
Ketika itu seekor ayam jantan datang sendirian
dia bicara soal kecintaan
kau padaku, bukan khayalan

Perlukah kupercaya?

Seekor ayam jantan sering bermaksud membangunkan
tapi dia berkokok menjelang malam

Littlest Hope

June 1st, 2007

Sejenak kukecapi yang tlah kuteguk habis

Manis terasa masam, cinta terasa luka

Sejenak kukatakan hatiku ini sadis

Malas terbentur curam, cita-cita menjadi duka

Mulutku menganga tapi tak bersuara

Hatiku menangis tak berair mata

Senyum dan senyum bagi semesta

Tak tahu sudah kemana pergi gelora

Boys Do Cry

January 1st, 2007

In places no one would find
All your feelings so deep inside (deep inside)
It was then that I realized
That forever was in your eyes
The moment I saw you cry

I wanted to hold you
I wanted to make it go away
I wanted to know you
I wanted to make your everything, all right….

Do u know that this song is dedicated to a boy…from a girl…?

Leaf Dance

September 14th, 2006

Daun yang terbang menari bersama semilir angin. Berdansa berputar ke kiri, naik dan turun, kesana kemari. Sungguh menyenangkan pemandangan itu, meski terbangnya tidak terlalu tinggi.

Tentu saja tidak terlalu tinggi. Ia bukan elang yang ketika melayang di udara mampu melihat hulu dan hilir sungai di saat yang bersamaan.

Tentu saja ia tidak melihat pemandangan apapun.

Yang ia lihat adalah sesuatu yang lain. Dansa yang ia dan angin lantuni menghasilkan dunia sendiri bagi dirinya. Dunia yang tercipta dari semburat warna yang bercampur di retinanya karena ia bergerak begitu cepatnya.

Selalu seperti itu. Menari seperti itu. Berputar seperti itu. Selalu dunia yang berbeda karena ia membiarkan dirinya tertiup angin…dan terjatuh karenanya.

Lain kali, ia ingin membusuk saja di tanah yang lembab. Kemudian menjadikan dirinya berguna bagi alam, menjadi pupuk hijau yang menyuburkan tumbuhnya biji-bijian menjadi pepohonan.

Tapi apa ia memiliki kendali atas angin?