Flower, anyone?
Bukan sesuatu yang luar biasa. Hanya saja.. lelaki itu baru saja mengecup keningnya! Hanya itu yang diperlukan untuk membuat seorang gadis kecil berkucir dua berjalan setengah berlari dengan riangnya. Walau jalanan gersang berpasir dan batu yang ia lewati, ia rasakan warna dan wangi bunga berada disana, di dalam hatinya.
Berulang dan berulang ia mengingat kembali kejadian beberapa jam yang lalu itu. Berulang dan berulang ia kembali lagi ke sana, ketika keningnya merasakan basah dari bibir asing milik lelaki itu. Berulang dan berulang jantungnya berdebar kencang, seolah-olah mereka masih berdiri berdua, di bangku taman belakang sekolahan.
Gadis berkuncir beranjak dewasa. Ia tumbuh menjadi wanita. Betapa inginnya ia menaburi lagi bunga ke dalam hatinya. Merata, mewangi, mewarna… Tapi sekarang ia tahu, ia hanya menginginkan bunga segar saja. Dan sekarang ia juga tahu, hanya lelaki yang tertentu saja yang memiliki bunga semerbak dengan warna semarak. Ia tahu banyak sekarang. Hanya saja… ia tidak merasakan banyak. Hatinya sudah tertutupi oleh bunga layu yang dibiarkan disana bertahun-tahun lamanya…
Love | Comments (2)Faithful
Mentari mengucapkan salam perpisahan
Ketika itu seekor ayam jantan datang sendirian
dia bicara soal kecintaan
kau padaku, bukan khayalan
Perlukah kupercaya?
Seekor ayam jantan sering bermaksud membangunkan
tapi dia berkokok menjelang malam
Littlest Hope
Sejenak kukecapi yang tlah kuteguk habis
Manis terasa masam, cinta terasa luka
Sejenak kukatakan hatiku ini sadis
Malas terbentur curam, cita-cita menjadi duka
Mulutku menganga tapi tak bersuara
Hatiku menangis tak berair mata
Senyum dan senyum bagi semesta
Tak tahu sudah kemana pergi gelora
Current Affairs | Comment (1)Boys Do Cry
In places no one would find
All your feelings so deep inside (deep inside)
It was then that I realized
That forever was in your eyes
The moment I saw you cry
I wanted to hold you
I wanted to make it go away
I wanted to know you
I wanted to make your everything, all right….
Do u know that this song is dedicated to a boy…from a girl…?
Uncategorized | Comment (1)Leaf Dance
Daun yang terbang menari bersama semilir angin. Berdansa berputar ke kiri, naik dan turun, kesana kemari. Sungguh menyenangkan pemandangan itu, meski terbangnya tidak terlalu tinggi.
Tentu saja tidak terlalu tinggi. Ia bukan elang yang ketika melayang di udara mampu melihat hulu dan hilir sungai di saat yang bersamaan.
Tentu saja ia tidak melihat pemandangan apapun.
Yang ia lihat adalah sesuatu yang lain. Dansa yang ia dan angin lantuni menghasilkan dunia sendiri bagi dirinya. Dunia yang tercipta dari semburat warna yang bercampur di retinanya karena ia bergerak begitu cepatnya.
Selalu seperti itu. Menari seperti itu. Berputar seperti itu. Selalu dunia yang berbeda karena ia membiarkan dirinya tertiup angin…dan terjatuh karenanya.
Lain kali, ia ingin membusuk saja di tanah yang lembab. Kemudian menjadikan dirinya berguna bagi alam, menjadi pupuk hijau yang menyuburkan tumbuhnya biji-bijian menjadi pepohonan.
Tapi apa ia memiliki kendali atas angin?
Life | Comment (0)